Opini
Jumat 04 Agustus 2017 | 15:11 WIB
Laporan: Muhammad Avicenna
Gravitasi Keillahian
Sumber gambar: https://nnka.wordpress.com/2016/03/30/wizje-aarona-koniecznosc-zmian-rola-papieza-franciszka/
Dapat kita sepakati bahwa pengertian dari gravitasi ialah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang memiliki massa di alam semesta. Allah SWT menciptakan Bumi diantara planet-planet lain mempunyai gaya gravitasi terbesar sehingga bumi berperan aktif dalam menarik benda-benda yang berada di posisi atasnya. Manusia pun diciptakan atau di tugaskan di planet bumi ini dengan tujuan untuk menjadi khalifah-Nya. Di dalam surat al-baqarah ayat 156, Allah SWT berfirman :“innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun’ yang artinya Sesungguhnya semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dari terjemah ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah SWT menyatakan diri-Nya sebagai Zat yang mempunyai gravitasi terbesar di seluruh jagad alam raya ini, karena semua yang berada di alam jagad raya ini termasuk manusia adalah hasil dari kreasi-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Manusia yang dalam hidupnya didedikasikan untuk beribadah kepada-Nya seperti yang tertera dalam surat Adz-Zariyaat ayat 56 “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” akan diberikan unsur-unsur gravitasi di dalam dirinya, sehingga makhluk-makhluk, bumi serta alam lainnya tunduk dikarenakan manusia tersebut telah melakukan pengabdian istiqamah dengan Tuhannya. “Barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah akan meletakkan rasa cukup di dalam hatinya dan menghimpun semua urusan untuknya serta datanglah dunia kepadanya dengan hina. Tapi barangsiapa yang kehidupan dunia menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah meletakkan kefakiran di hadapan kedua matanya dan mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak bakal datang kepadanya, kecuali sekedar yang telah ditetapkan untuknya.” (HR. Tirmidzi).
Ketika manusia istiqamah pun seluruh alam jagad raya ini melayaninya dan mencintai-Nya di karenakan Allah SWT memerintahkan di dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril alaihi salam seraya berseru: 'Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia! ' Rasulullah bersabda: 'Akhirnya orang tersebut pun dicintai Jibril. Setelah itu, Jibril berseru di atas langit; 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintai si fulan. OIeh karena itu, cintailah ia! ' Kemudian para penghuni langit pun mulai mencintainya pula.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Setelah itu para penghuni bumi juga mencintainya.' Sebaliknya, apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala membenci seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril dan berseru kepadanya: 'Sesungguhnya Aku membenci si fulan. Oleh karena itu, bencilah ia.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: 'Lalu malaikat Jibril berseru di langit; 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala membenci si fulan. OIeh karena bencilah ia!" Kemudian para penghuni langit membencinya. Setelah itu para penghuni dan penduduk bumi juga membencinya. (HR. Muslim)
Selain itu malaikat pun akan menjadi pelindung bagi hamba tersebut di kehidupan dunia maupun akhiratnya “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (QS Fushillat 30).

Comment