Opini

Selasa 29 Juni 2021 | 17:35 WIB

Laporan: Bagus Santiko

VALENTINO ROSSI MASIH LAYAKKAH?

Bagus Santiko Vidiarto, Mahasiswa Universitas Pamulang

Valentino Rossi masih layakkah berada di Moto-GP? Itulah pertanyaan yang tepat jika mengetahui apa yang terjadi dengan Valentino Rossi.

Dilansir dari Wikipedia, Valentino Rossi (lahir di UrbinoItalia16 Februari 1979, umur 42 tahun) adalah seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada tahun 1997, sekali di kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009).

Vale (panggilan akbrabnya) sekarang berada di tim Petronas Yamaha SRT (tim satelit dari Monster Energy Yamaha) dengan rekan setimnya yaitu Franko Morbidelli (muridnya). Pada musim ini Vale baru  mengantongi 17 poin, 0 menang, 0 podium dan berada di posisi ke 19 dalam klasemen. Dilansir Okezone, Valentino Rossi menyadari bahwa performanya mengalami perubahan drastis di MotoGP Doha 2021. Vale pun menuturkan bahwa dirinya sudah berusaha menerapkan kinerja yang sama seperti akhir pekan lalu saat balapan di MotoGP Qatar 2021, tetapi tak berbuah manis. Dilansir themandaikagp.com, Pada musim 2020 kemarin, pembalap yang dijuluki sebagai ”The Doctor” ini menyadari performanya dimusim ini menjadi performa yang buruk.

Vale mulai memperlihatkan penurun performanya sejak tahun 2020 (masih berada di Monster Energy Yamaha), ia mengantongi 66 poin, 0 menang dan 1 podium dan berada di posisi ke 15 di klasemen. Jika dilihat catatan pada tahun 2020, Vale sangatlah terpuruk. Pada tahun 2019, Vale berada di posisi ke 7 pada klasemen dengan poin 174. Perbedaan poin pada tahun 2019 dengan 2020 sangatlah jauh yang dimana perbedaan poin terpaut 108 poin. Dari sini dapat kita lihat bahwa Vale bukanlah Vale seperti yang sudah-sudah, ia sudah kehilangan skill juaranya dan juga bisa dibilang bahwa Vale sudah tidak kompetitif di dalam Moto-GP ini. Vale selalu mengeluhkan masalah dibagian ban belakangnya, padahal teman setimnya yaitu Maverick Vinales tidak mengalami kendala di ban belakang. Seperti yang kita ketahui Vale membalap untuk menang tetapi sekarang hanya untuk mencapai garis finish.

Dari data-data yang tercatat memang benar Valentino Rossi mengalami penurunan yang drastis sejak tahun 2020 dan juga sudah sepatutnya Vale pensiun dari Moto-GP karena umurnya pun sudah tidak muda lagi dan pastinya itu adalah salah satu faktor yang menyebabkan Valentino Rossi mengalami penurunan. Apakah Valentino Rossi masih layak berada di Moto-GP? Tentu saja yang dapat menjawab itu hanyalah Vale seorang. Tentulah sebagai penggemar Valentino Rossi berharap yang terbaik baginya dan juga mencapai podium 1 pada tahun ini agar Vale mencetak 1000 podium selama karirnya.

Valentino Rossi adalah jantung dari MotoGP, jika MotoGP tanpa Valentino Rossi maka MotoGP sangatlah hambar.

*) Segala bentuk isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis

*) Penulis adalah Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

Comment