Pendidikan

Senin 29 Juni 2026 | 15:49 WIB

Laporan: Alif

Seminar Nasional FKIP Uhamka Teguhkan Warisan Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana

Seminar Nasional FKIP Uhamka Teguhkan Warisan Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana, Bahasa Indonesia & Cita-cita Kebangsaan: Meneguhkan Warisan Pemikiran bagi Indonesia Masa Depan di Auditorium Ahmad Dahlan, Gedung A FKIP Uhamka, Senin (29/6).

Seminar ini dihadiri oleh Prof. Nani Solihati Warek III Uhamka, Purnama Syae Purrohman Dekan FKIP Uhamka, Wakil Dekan di lingkungan FKIP Uhamka, serta Kaprodi dan mahasiswa di lingkungan FKIP Uhamka.

Acara yang menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai keynote speaker. Turut memberikan sambutan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Yuda Benharry Tangkilisan dari Universitas Indonesia, Desvian Bandarsyah dari FKIP Uhamka, serta Sumardiansyah Perdana Kusuma selaku Ketua Asosiasi Guru Sejarah se-Indonesia (AGSI).

Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI, menilai Sutan Takdir Alisjahbana merupakan intelektual visioner yang berjasa mengangkat bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menurutnya, pemikiran tokoh tersebut perlu terus diwariskan sebagai legasi bagi generasi mendatang.

"Warisan pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Gagasan beliau harus terus dihidupkan dan menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia di masa depan," ujar Fadli Zon.

Wakil Rektor III Uhamka, Nani Solihati, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang akademik untuk merefleksikan kembali pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga bahasa Indonesia, kebudayaan, dan nilai-nilai kebangsaan.

"Kami berharap seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta tentang pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus merawat bahasa Indonesia, mencintai kebudayaan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ujar Nani Solihati.

Seminar ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi, nilai kebangsaan, dan pelestarian budaya. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya generasi muda yang berpikir kritis, berkarakter, dan mampu menjaga warisan intelektual bangsa.

Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.

Comment