Opini
Jumat 02 Juli 2021 | 20:14 WIB
Laporan: Clarissa Putri Amanda
Dampak Penggunaan Gadget dan Smartphone
Clarissa Putri Amanda, Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi Universitas Pamulang
Pada zaman serba digital ini, teknologi tengah menguasai sebagian besar kehidupan manusia. Smartphone adalah gadget yang paling banyak di genggam oleh penduduk dunia .Gadget tidak bisa terlepas dari genggaman tangan siapapun saat ini. Berdasarkan data yang dikutip pada tanggal 29 Januari 2019 dari indonesia.tempo.co, pengguna smartphone di Indonesia mencapai 103 juta jiwa. Sebagian besar di antara pengguna tersebut di dominasi oleh para pemuda dan remaja.
Gadget dan smartphone memang memiliki banyak dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Namun dibalik hal itu tentu saja terdapat juga dampak negatif dari penggunaan gadget dan smartphone. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, penggunaan gadget dan smartphone memiliki lebih banyak dampak negatif dibanding dampak positif-nya sendiri.
Salah satu contohnya adalah ketika kita menggunakan gadget dan smartphone kita untuk membuka sosial media. Contoh dampak positif yang kita dapat yaitu kita memperoleh informasi lebih cepat. Sedangkan dampak negatif yang kita peroleh adalah efek candu untuk terus melihat dan mencari tahu berita terbaru sehingga mampu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuka sosial media.
Tindakan tersebut adalah contoh tindakan membuang-buang waktu. Dimana waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk melakukan beberapa kegiatan yang lebih penting terbuang sia-sia hanya karena terlalu lama membuka sosial media. Ironisnya, hal ini justru terjadi pada pemuda pemudi milenial saat ini. Bahkan ketika sedang berkumpulpun mereka lebih asyik dengan gadget dan smartphone masing masing.
Dilansir dari laman dosenit.com pada tanggal 29 Januari 2019 dampak negatif lainnya dari penggunaan gadget dan smartphone adalah cyber crame, yaitu seperti kejahatan cyber, penipuan online, pencemaran nama baik, bahkan cyber bullying. Dampak lainnya adalah dapat melalaikan seseorang terhadap tanggung jawab dan tugas-tugasnya.
Lantas bagaimanakah cara untuk meminimalisir hal tersebut dan kembali menjadi pemuda yang memliki produktivitas tinggi? Hal tersebut dapat dilakukan dengan menuliskan mimpi-mimpi yang ingin dicapai dalam waktu dekat maupun waktu panjang. Karena, dengan tertulisnya tujuan atau mimpi kita, tindakan itu akan membuat kita semakin bersemangat untuk meningkatkan produktivitas kita dalam mencapai tujuan atau mimpi kita.
Setelah kita menuliskan tujuan dan mimpi kita yang ingin kita capai dalam waktu dekat maupun waktu panjang, kita dapat mulai menentukan bagaimana cara kita mewujudkannya agar kita dapat berhasil mencapat tujuan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Setelah menentukan caranya, maka hal yang harus dilakukan adalah mulai mewujudkan mimpi atau tujuan kita tersebut dengan meningkatkan produktivitas dalam diri kita.
*) Semua isi tulisan tanggung jawab penulis
*) Penulis adalah Mahasiswi S1 Akuntansi-Universitas Pamulang

Comment