Pendidikan

Jumat 14 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Laporan: Alif

Dosen dan Mahasiswa FFS Uhamka Kembangkan Jejaring Riset Transfusi Darah di Forum ISBT

Dokumentasi Uhamka

Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Universitas Muhammadiyah Prof.DR.Hamka (Uhamka) kembali memperkuat kiprahnya dalam jejaring akademik internasional di bidang kesehatan. Salah satu dosen FFS bersama tiga mahasiswa Program D4 Analis Kesehatan/Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Uhamka, bergabung dalam Young Professional Researcher (YPR) pada rangkaian The 39th International Congress of the International Society of Blood Transfusion (ISBT) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20–24 Juni 2026.

Young Professional Researcher (YPR) menjadi wadah bagi peneliti muda dari berbagai negara yang memiliki perhatian dan aktivitas riset di bidang transfusi darah. Melalui jejaring ini, para peneliti muda didorong untuk mengidentifikasi isu transfusi darah yang relevan di negaranya, mengembangkan penelitian berdasarkan tantangan lokal maupun isu transfusi darah global, serta melaporkan perkembangan dan hasil penelitian dalam forum ilmiah ISBT.

Keterlibatan tim FFS Uhamka dalam YPR menjadi kesempatan penting untuk membawa perspektif Indonesia ke dalam diskusi transfusi darah internasional. Isu-isu yang ditemukan di tingkat nasional dapat dikaji secara ilmiah dan dihubungkan dengan perkembangan pengetahuan, teknologi, keselamatan pasien, serta tantangan pelayanan transfusi darah yang menjadi perhatian komunitas global.

Menurut Engla Merizka, keterlibatan dalam Young Professional Researcher merupakan kesempatan penting bagi peneliti muda Indonesia untuk membawa isu transfusi darah di Indonesia ke dalam jejaring ilmiah internasional.

“Melalui YPR, kami tidak hanya dituntut untuk memahami dan meneliti permasalahan transfusi darah yang relevan di Indonesia, tetapi juga mengikuti isu transfusi darah yang berkembang secara global dan melaporkan hasil penelitian tersebut dalam forum ISBT. Yang tidak kalah penting, kami memiliki tanggung jawab untuk mengajak dan membangun generasi peneliti muda Indonesia agar semakin banyak yang tertarik melakukan penelitian di bidang transfusi darah,” ujar Engla.

Selain menjalankan penelitian, anggota YPR juga memiliki peran untuk memperluas jejaring peneliti muda. Salah satu semangat yang dibawa adalah mendorong semakin banyak mahasiswa dan peneliti muda di negara masing-masing untuk tertarik melakukan penelitian di bidang transfusi darah. Dengan demikian, YPR tidak hanya menjadi ruang untuk pengembangan kapasitas individu, tetapi juga menjadi sarana membangun regenerasi peneliti transfusi darah.

Keikutsertaan tiga mahasiswa D4 Analis Kesehatan/TLM FFS Uhamka diantaranya yaitu: Rifqi Furqon, Rizky Ramadhan dan M. Ikmal memberikan pengalaman akademik internasional yang bernilai karena mahasiswa dapat berinteraksi dengan komunitas transfusi darah dunia, mengikuti perkembangan riset terkini, dan memahami bagaimana suatu persoalan pelayanan transfusi dapat dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian yang berdampak.

Bagi Uhamka, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam forum internasional seperti ISBT sejalan dengan upaya memperkuat budaya penelitian, internasionalisasi pendidikan, dan keterlibatan mahasiswa dalam riset. Pengalaman tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian kolaboratif, pengembangan topik penelitian transfusi darah di Indonesia, serta peningkatan partisipasi peneliti muda dalam forum ilmiah nasional dan internasional.

Melalui keterlibatan dalam Young Professional Researcher, tim Uhamka diharapkan dapat menjadi penggerak bagi lahirnya lebih banyak peneliti muda Indonesia yang fokus pada transfusi darah. Penguatan riset pada bidang ini penting untuk menghasilkan bukti ilmiah yang dapat mendukung peningkatan mutu, keamanan, dan pengembangan pelayanan transfusi darah di Indonesia.

Melalui keterlibatan dalam YPR, Uhamka turut mendukung pencapaian SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan riset transfusi darah, peningkatan kapasitas mahasiswa dan peneliti muda, serta kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 40%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.

Comment